Program Magister Sains

PROGRAM MAGISTER SAINS

 

 

Pelaksanaan program magister sains didasarkan atas SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 232/U/2000 pasal 3 ayat 3 yaitu menyelenggarakan pendidikan dalam satu cabang sekelompok ilmu, teknologi dan seni tertentu dengan tujuan menghasilkan lulusan dengan ciri-ciri kemampuan sebagai berikut:

  1. Mempunyai kemampuan mengembangkan dan memutahirkan ilmu, pengetahuan, teknologi dan atau kesenian dengan cara menguasai dan memahami pendekatan metode kaidah ilmiah disertai keterampilan penerapannya.
  2. Mempunyai kemampuan memecahkan masalah di bidang keahliannya melalui kegiatan penelitian dan pengembangan berdasarkan kaidah ilmiah.
  3. Mempunyai kemampuan mengembangkan kinerja profesionalnya yang ditunjukkan dengan ketajaman analisis permasalahan, keserbacakupan tinjauan, kepaduan pemecahan masalah atau profesi yang serupa.

 

 

Masa Studi

Lama masa studi untuk program magister sains penyelenggaraan reguler adalah 3,5 (tiga setengah tahun) tahun atau 7 (tujuh) semester. Pada kondisi tertentu yang dinilai memenuhi persyaratan oleh Pimpinan SPs dan dengan persetujuan komisi pembimbing serta ketua Program studi, mahasiswa dapat mengajukan perpanjangan masa studi. Perpanjangan masa studi ini dapat diberikan kepada mahasiswa secara bertahap 2 (dua) x 3 (tiga) bulan jika memenuhi ketentuan.

Untuk meraih gelar magister sains, setiap Program studi mensyaratkan mahasiswanya mengikuti kegiatan perkuliahan dan melaksanakan penelitian untuk menulis tesis. Dengan demikian seluruh persyaratan untuk meraih gelar Magister Sains harus dipenuhi paling lama dalam waktu tidak lebih dari 4 (empat) tahun atau 8 (delapan) semester sejak mahasiswa terdaftar di SPs.

 

 

Masa Mukim

Mahasiswa pada program magister sains paling sedikit harus mengikuti 2 semester kuliah beban penuh (1 tahun) di SPs  sebelum mengikuti ujian akhir.

 

 

Beban Studi

Untuk menyelesaikan program magister sains jumlah sks yang harus dikumpulkan adalah sebagai berikut :

  • Kuliah (termasuk bahasa Inggris) =  25-29 sks
  • Tugas akhir =  10-14 sks

__________

Jumlah  =       39 sks

 

Jumlah tersebut merupakan batas minimal yang harus dipenuhi dalam memperoleh gelar magister sains di Sekolah Pascarjana Institut Pertanian Bogor.

 

Evaluasi Kemajuan Studi Program Magister

Evaluasi kemajuan mahasiswa program magister dilakukan pada setiap akhir semester dengan tolak ukur IPK pada semester yang terakhir, IPK kumulatif, dan kesesuaian perkembangan studi dengan tahapan yang diharapkan :

  1. Mahasiswa program magister wajib mempublikasikan hasil penelitiannya minimum 1 (satu) artikel dalam jurnal ilmiah nasional yang terakreditasi atau 1 (satu) artikel dalam jurnal ilmiah internasional sebelum melaksanakan ujian tertutup. Dalam keadaan terpaksa, mahasiswa dapat menunjukkan bukti bahwa artikelnya telah diterima untuk publikasi yang dinyatakan dengan surat resmi penerimaan artikel dari penerbit jurnal ilmiah yang menyebutkan volume, nomor, dan tahun penerbitan jurnal yang bersangkutan.
  2. Mahasiswa yang tidak menunjukkan kemajuan yang memuaskan akan mendapat surat teguran secara bertahap, mulai dari Surat Peringatan Masa Studi, meningkat ke Surat Peringatan, Surat Peringatan Keras, Surat Proses DO (drop out). Bila peringatan secara bertahap tersebut tidak dipenuhi, maka mahasiswa akan dihentikan studinya melalui Surat DO yang ditetapkan oleh SPs. Mahasiswa S3 yang sudah di drop out (DO) dari SPs IPB tidak diperkenankan untuk mendaftar kembali pada program S3 di SPs IPB.

 

 

Komisi Pembimbing

Dalam menyelesaikan studinya di program magister sains SPs, seorang mahasiswa dibimbing oleh suatu komisi pembimbing. Komisi pembimbing paling lambat dibentuk pada awal semester 2 (dua).  Susunan komisi pembimbing diusulkan oleh ketua Program studi dan ditetapkan melalui surat keputusan Dekan. Ketua komisi dipilih dari staf pengajar masing-masing Program studi SPs yang mempunyai wewenang ilmiah dalam ilmu yang bersangkutan. Jumlah komisi pembimbing untuk mahasiswa program magister sains termasuk ketua komisi paling sedikit 2 orang dan paling banyak 3 orang dosen.  Seorang dosen dapat menjadi ketua komisi pembimbing bila bergelar Doktor dan telah meluluskan 2 orang mahasiswa yang dibimbingnya dengan status sebagai anggota.  Ketua komisi pembimbing adalah dosen IPB dan satu anggotanya dapat berasal  dari luar Program studi pilihan atau dari instansi atau perguruan tinggi  di luar IPB yang kewenangannya diakui oleh SPs dan setelah mendapat izin dari Dekan.  Jika salah seorang pembimbing berasal dari luar IPB maka harus melampirkan curriculum vitae. Dosen yang masih studi S3 baik di IPB maupun perguruan tinggi lain tidak diijinkan menjadi pembimbing.

 

Jika karena sesuatu hal susunan komisi pembimbing harus diubah, maka perubahan ini harus didasarkan atas pertimbangan dari ketua komisi pembimbing atau ketua Program studi dan diketahui oleh dosen pembimbing yang digantikan untuk selanjutnya ditetapkan oleh Dekan.

 

Tugas komisi pembimbing adalah membantu serta mendampingi mahasiswa dalam menyusun perkuliahan, perencanaan penelitian, pelaksanaan penelitian serta penulisan publikasi dan tesis.  Komitmen komisi pembimbing sangat dibutuhkan dalam mendukung keberhasilan studi mahasiswa yang dibimbingnya tanpa mengesampingkan kedisiplinan mahasiswa.  Disamping konsultasi rutin pembimbingan, selama masa studi pembimbing dan mahasiswa wajib mengadakan sidang komisi.  Secara periodik komisi pembimbing melaporkan perkembangan mahasiswa yang dibimbingnya kepada pimpinan SPs melalui Ketua Departemen atau homebasenya.

 

 

Kolokium

Mahasiswa program Magister Sains wajib mempresentasikan proposal penelitian dalam mata ajaran kolokium sebelum penelitian dilaksanakan.

 

 

Penelitian

Dengan persetujuan komisi pembimbing, mahasiswa diperkenankan untuk mengajukan permohonan melakukan penelitian dengan terlebih dahulu mengajukan usulan rencana penelitian sesuai format yang berlaku.  Usulan rencana penelitian harus disetujui oleh komisi pembimbing, ketua Program studi dan Sekretaris Program Magister SPs.  Usulan penelitian yang disampaikan ke SPs tidak dapat disahkan Sekretaris Program Magister SPs, jika mahasiswa belum memiliki susunan komisi pembimbing secara resmi yang dibuktikan dengan terbitnya SK bimbingan dari Dekan SPs.

 

Sidang Komisi

Sidang komisi dimaksudkan untuk: (i) Menjamin kualitas proses pembimbingan dan kualitas tesis, (ii) Memperoleh kesepakatan antar anggota komisi tentang substansi, arah penelitian dan materi tesis. (iii) Menyelaraskan pendapat antar anggota komisi tentang substansi dan materi penelitian atau tesis.

Untuk mencapai kelulusan tepat waktu, serta untuk menjamin kualitas proses pembimbingan dan kualitas tesis, sidang komisi pembimbingan mahasiswa program magister dilaksanakan 3 (tiga) kali. Sidang komisi dilaksanakan sesuai tahapan sebagai berikut: (a) sebelum pengesahan proposal, (b) sebelum seminar tesis, dan (c) sebelum sidang ujian akhir.  Homebase membiayai maksimum tiga kali sidang komisi selama masa studi normal (4 semester) dan tidak diperkenankan memungut biaya tambahan yang dibebankan kepada mahasiswa untuk penyelenggaraan sidang komisi.

 

Publikasi Karya Ilmiah

Mahasiswa pada program magister sains diwajibkan mempunyai minimal 1 (satu) publikasi ilmiah yang terkait dengan penelitian tesisnya di jurnal ilmiah nasional terakreditasi atau di jurnal internasional sebagai syarat dapat melaksanakan ujian tesis.

Seminar

Mahasiswa pada program Magister Sains sebelum melaksanakan ujian tesis wajib melaksanakan seminar hasil penelitian. Untuk dapat melaksanakan seminar mahasiswa harus memenuhi persyaratan seluruh mata kuliah yang sudah diprogramkan dan telah memenuhi persyaratan kehadiran seminar hasil penelitian mahasiswannya yang dibuktikan dengan kartu seminar yang sudah memenuhi persyaratan.

Hasil penilitian  wajib dipresentasikan oleh setiap mahasiswa dalam kegiatan seminar ilmiah sesuai bidang ilmunya masing-masing. Nilai seminar hasil penelitian dinyatakan lulus minimal B.

 

 

Ujian Tesis

Setelah memenuhi semua persyaratan, maka atas persetujuan komisi pembimbing, mahasiswa dapat melaksanakan ujian tesis.  Pada ujian tesis komisi pembimbing menguji pengetahuan yang bertalian dengan Program studi yang bersangkutan termasuk tesis.  Persetujuan lengkap dari semua anggota komisi penguji diperlukan untuk dapat meluluskan mahasiswa.  Mahasiswa yang gagal dalam ujian tesis dapat mengulang satu kali dalam jangka waktu paling cepat satu bulan dan paling lama 1 (satu) semester setelah pelaksanaan ujian pertama.  Jika pada ujian ulangan mahasiswa gagal lagi, maka mahasiswa yang bersangkutan dinyatakan gagal dan tidak dapat melanjutkan studinya (drop-out).

 

Tesis

Kurikulum program magister sains mencakup kewajiban penulisan hasil penelitian berupa tesis pada akhir masa studi.  Format tesis dibakukan sesuai dengan tatacara yang terdapat di dalam buku Pedoman Penyajian Karya Ilmiah.  SPs mempunyai wewenang untuk menilai tesis setiap mahasiswa SPs, terutama terhadap format dan bahasanya.

Tesis harus diserahkan ke SPs selambat-lambatnya 3 bulan setelah ujian dilaksanakan. Jika lewat dari batas waktu tersebut, mahasiswa harus melakukan ujian ulang dan jika pada saat ujian ulang tersebut tidak lulus, maka diberhentikan dan tidak diperkenankan melanjutkan studi di SPs IPB.

 

 

Penganugrahan Gelar Magister

Gelar Magister secara resmi diberikan setelah mahasiswa berhasil memenuhi persyaratan jumlah SKS, kolokium, penelitian, seminar, publikasi ilmiah dan berhasil mempertahankan tesisnya dalam ujian akhir IPB, serta menyerahkan tesis yang sudah final dan ditandatangani lengkap oleh komisi pembimbing ketua Program studi, dan Dekan SPs. Tesis final yang telah lengkap ditandatangani tersebut diserahkan kepada SPs selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan setelah ujian akhir. Ijazah akan diberikan apabila mahasiswa telah memiliki SKL dan selesai diproses pembuatannya sesuai POB yang berlaku. Surat Keterangan Lulus (SKL) akan diberikan setelah tesis final tersebut diterima dan ditandangani oleh Dekan SPs. Kelalaian mengesahkan tesis ke SPs akan mengakibatkan tidak diterbitkannya SKL dan ijazah, sehingga yang bersangkutan tidak berhak menyandang gelar magister.

 

© Sekolah Pascasarjana 2018