Program Studi : Magister Profesional Teknologi Pangan

Departemen : Ilmu dan Teknologi Pangan

Fakultas : Fakultas Teknologi Pertanian


Profil Program Studi


Visi/Misi : Visi: Menjadi program pendidikan magister bertaraf internasional bagi para profesional di bidang teknologi pangan. Program Studi Magister Profesional Teknologi Pangan memiliki tiga (3) misi sebagai berikut: 1. Mengembangkan sumberdaya manusia profesional dalam bidang teknologi pangan yang kompeten, mandiri dan bertaraf internasional. 2. Meningkatkan pengetahuan dan praktek dalam bidang pangan yang meliputi teknologi proses, mutu dan manajemen. 3. Meningkatkan pengetahuan dan praktek keamanan pangan melalui kegiatan berbasis risiko, sistem pengendalian dan pengawasan.
Prefix : PTP
Kode Prodi : F252
Kode Nasional : -41122
Kemampuan Lulusan
  1. Mampu mengembangkan pengetahuan, teknologi, dan atau seni di dalam bidang keilmuannya atau praktek profesionalnya melalui riset, hingga menghasilkan karya inovatif dan teruji
    Learning Outcome :
    1. Menguasai prinsip-prinsip teknologi pangan untuk pengembangan industri pangan sesuai dengan perkembangan terkini.
      1. Sifat alami (fisik, kimiawi, sensori, dan mikrobiologi) dalam bahan pangan nabati dan hewani, sifat fungsional air, karbohidrat lipid, protein, dan ingredient pangan serta peranannya dalam mempengaruhi karakteristik bahan pangan
      2. Membahas prinsip-prinsip teknologi pengolahan pangan yang meliputi pema-nasan, pendinginan, pengeringan, irradiasi, pemanasan dengan gelombang mikro dan ohmik, ekstrusi, penggorengan, pemanggangan, pengawetan non-thermal (tekanan hidrostatik, medan listrik, magnet dan cahaya), serta fermentasi
      3. Pengenalan berbagai macam teknik-teknik rekayasa genetika yang telah menda-patkan tempat dalam rantai produksi pangan dengan penekanan pada konsekuensi di bidang teknologi dan industri pangan. Materi yang dibahas meliputi modifikasi genetika didalam tanaman, hewan dan mikroorganisme yang membawa konsekuensi pada teknologi dan industri pangan, metode deteksi baik untuk bahan mentah maupun olahan dan peraturan-peraturan yang melingkupinya.
      4. Membahas peranan pengembangan produk pangan, manajemen organisasi R&D, manajemen proyek R&D, pengembangan konsep produk pangan baru, manajemen teknologi proses (prototipe hingga produk jadi) produk baru di industri pangan hingga rancangan pemasaran dan pengaruh lingkungannya. Dibahas juga penga-laman praktisi dalam pengembangan produk baru di industri pangan terkait
      5. Membahas tentang peran dan teknik pengemasan pangan termasuk aspek pela-belan dan penentuan kadaluarsa. Kemasan dari proteksi hingga promosi, kaidah-kai-dah keamanan pangan dan trend kemasan.
      6. Memberikan pengertian kepada mahasiswa tentang definisi pangan fungsional, bahan fungsional dan senyawa fungsional, mekanisme kerja dan manfaat bagi kese-hatan berbagai komponen bioaktif yang digunakan dalam pangan fungsional. Di sam-ping itu diberikan juga pemahaman tentang bagaimana cara formulasi pangan fungsi-onal serta aspek legal pangan fungsional
      7. Memberikan pengertian kepada mahasiswa tentang pencernaan, penyerapan, dan metabolisme zat-zat gizi di dalam tubuh; penyakit-penyakit yang terkait dengan gizi salah; pengaruh pengolahan terhadap nilai gizi; kebutuhan zat gizi bagi kelompok khusus (ibu hamil dan menyusui, bayi dan anak balita, lanjut usia, serta olahra-gawan), upaya pengembangan pangan khusus di industri pangan; nutrifikasi pangan; suplementasi pangan; evaluasi nilai gizi; serta label gizi dan klaim kesehatan
    2. Menguasai prinsip-prinsip sistem keamanan pangan untuk pengembangan industri pangan sesuai dengan perkembangan terkini.
      1. Membahas prinsip-prinsip teknologi pengolahan pangan yang meliputi pema-nasan, pendinginan, pengeringan, irradiasi, pemanasan dengan gelombang mikro dan ohmik, ekstrusi, penggorengan, pemanggangan, pengawetan non-thermal (tekanan hidrostatik, medan listrik, magnet dan cahaya), serta fermentasi
      2. Pengenalan berbagai macam teknik-teknik rekayasa genetika yang telah menda-patkan tempat dalam rantai produksi pangan dengan penekanan pada konsekuensi di bidang teknologi dan industri pangan. Materi yang dibahas meliputi modifikasi genetika didalam tanaman, hewan dan mikroorganisme yang membawa konsekuensi pada teknologi dan industri pangan, metode deteksi baik untuk bahan mentah maupun olahan dan peraturan-peraturan yang melingkupinya.
      3. Membahas peranan pengembangan produk pangan, manajemen organisasi R&D, manajemen proyek R&D, pengembangan konsep produk pangan baru, manajemen teknologi proses (prototipe hingga produk jadi) produk baru di industri pangan hingga rancangan pemasaran dan pengaruh lingkungannya. Dibahas juga penga-laman praktisi dalam pengembangan produk baru di industri pangan terkait
      4. Membahas tentang peran dan teknik pengemasan pangan termasuk aspek pela-belan dan penentuan kadaluarsa. Kemasan dari proteksi hingga promosi, kaidah-kai-dah keamanan pangan dan trend kemasan.
      5. Memberikan pengertian kepada mahasiswa tentang definisi pangan fungsional, bahan fungsional dan senyawa fungsional, mekanisme kerja dan manfaat bagi kese-hatan berbagai komponen bioaktif yang digunakan dalam pangan fungsional. Di sam-ping itu diberikan juga pemahaman tentang bagaimana cara formulasi pangan fungsi-onal serta aspek legal pangan fungsional
      6. Memberikan pengertian kepada mahasiswa tentang pencernaan, penyerapan, dan metabolisme zat-zat gizi di dalam tubuh; penyakit-penyakit yang terkait dengan gizi salah; pengaruh pengolahan terhadap nilai gizi; kebutuhan zat gizi bagi kelompok khusus (ibu hamil dan menyusui, bayi dan anak balita, lanjut usia, serta olahra-gawan), upaya pengembangan pangan khusus di industri pangan; nutrifikasi pangan; suplementasi pangan; evaluasi nilai gizi; serta label gizi dan klaim kesehatan
      7. Membahas pencernaan, penyerapan, dan metabolisme zat-zat gizi di dalam tubuh; penyakit-penyakit yang terkait dengan gizi salah; pengaruh pengolahan terha-dap nilai gizi; kebutuhan zat gizi bagi kelompok khusus (ibu hamil dan menyusui, bayi dan anak balita, lanjut usia, serta olahragawan), upaya pengembangan pangan khusus di industri pangan; nutrifikasi pangan; suplementasi pangan; evaluasi nilai gizi; serta label gizi dan klaim kesehatan.
    3. Menguasai pendekatan riset terapan dan inovatif di bidang teknologi pangan atau keamanan pangan untuk pemecahan masalah industri pangan mutakhir.
      1. Membahas prinsip Good Manufacturing Practices (GMP), Good Distribution Practices (GDP), Good Retailing Practices dan Good Consumer Practices (GCP) dalam rangka meng-hasilkan produk pangan bermutu tinggi, aman dan konsisten serta mempunyai masa simpan yang cukup. Dibahas pula bagaimana higiene dan sanitasi yang benar dite-rapkan dengan menyusun suatu SSOP (Sanitation Standard Operating Procedure). Diba-has pula contoh penerapan good practices di industri pangan
      2. Membahas filosofi dan state of the art, manfaat sistem HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point); kaitan kajian risiko dan sistem manajemen mutu secara umum (TQM : total quality management) dengan sistem HACCP. Dibahas pula program pra-syarat atau pre-requisite program (PRP) dari sistem HACCP; dan pembahasan men-dalam tentang prinsip-prinsip sistem HACCP meliputi analisis dan identifikasi bahaya, penetapan CCP atau Titik-titik Kendali Kritis, penetapan batas aman/kritis, monitoring (pemantauan), tindakan koreksi, verifikasi, serta penyimpanan catatan atau dokumentasi dan crisis management. Dibahas pula contoh-contoh aplikasi sistem HACCP pada berbagai industri komoditi pangan segar dan pangan olahan serta industri jasaboga. Mahasiswa juga dilatih untuk menyusun dan mendiskusikan rencana HACCP dari suatu produk pangan spesifik.
      3. Membahas masalah keamanan pangan di Indonesia dan di dunia ditinjau dari bahaya mikrobiologi, kimia dan fisik: sifat masing-masing bahaya, sumber bahaya dalam rantai produksi pangan, metode deteksi dan analisisnya, pengaruhnya terha-dap kesehatan manusia, serta pengaruhnya dalam perdagangan dunia. Dibahas pula sistem investigasi keracunan, sistem manajemen keamanan pangan serta topik-topik khusus analisis resiko bahaya konvensional maupun emerging.
      4. Membahas analisis risiko secara umum yang meliputi kajian risiko, manajemen risiko dan komunikasi risiko. Pembahasan lebih difokuskan pada prinsip-prinsip kajian risiko mikrobiologis dan risiko kimia; termasuk pengumpulan data pada kajian risiko, review analisis data dan metode kajian risiko secara kuantitatif, contoh-contoh kasus kajian risiko keamanan yang dikembangkan di dunia.
      5. Membahas sistem keamanan pangan dari pendekatan sistem makro dan mikro serta aplikasi anlisis sistem jasa seluruh rangkaian rangkaian sistem pangan, aplikasi strategi keamanan pangan dari lapangan pertanian sampai disajikan di meja secara integratif (mencakup aspek legislasi kelembagaan dan praktek keamanan pangan dari hulu sampai ke hilir sebagai suatu “kontinuum”). Pembahasan juga ditekankan pada aspek-aspek vital keamanan pangan dari setiap unsur-unsur sub-sistem keterkaitan antar sub-sistem sampai ke umpan balik manajemen sistem keamanan pangan.
      6. Membahas cara-cara memeriksa dan mengevaluasi proses, fasilitas dan pengen-dalian yang digunakan dalam satuan industri pangan, di sektor penyimpanan, dan sektor distribusi. Dibahas pula tentang food recall dan contoh kasusnya.
      7. Membahas jenis, sumber, sifat dan toksisitas kontaminan pangan dan toksikan yang terdapat secara alamiah dalam pangan, metabolisme dan mekanisme toksisitas, dosis dan kondisi yang mengakibatkan toksisitas akut dan kronis, dampak reaksi toksisitas akut dan kronis terhadap kesehatan, metoda analisis kimia, in vivo, in vitro, dan metoda untuk menurunkan/menghilangkan resiko, menetukan ADI dan TWI.
      8. Membahas masalah keamanan pangan di Indonesia maupun di dunia ditinjau dari segi mikrobiologi. Secara khusus akan dibahas berbagai patogen asal pangan, faktor virulensi, survival, cara pengendalian dan penghilangannya dalam bahan pangan, penyakit yang disebabkannya, penyebaran dan cara deteksinya dalam bahan pangan serta studi epidemiologi kasus keracunan. Dibahas pula metode mutakhir deteksi patogen dalam bahan pangan.
      9. Asesmen Dampak Regulasi

  2. Mampu memecahkan permasalahan sains, teknologi, dan atau seni di dalam bidang keilmuannya melalui pendekatan inter atau multidisipliner
    Learning Outcome :
    1. Mampu menerapkan dan mengembangkan teknologi pangan untuk menghasilkan produk pangan yang bermutu, aman, bergizi dan menyehatkan. .
      1. Membahas prinsip-prinsip teknologi pengolahan pangan yang meliputi pema-nasan, pendinginan, pengeringan, iradiasi, pemanasan dengan gelombang mikro dan ohmik, ekstrusi, penggorengan, pemanggangan, pengawetan non-thermal (tekanan hidrostatik, medan listrik, magnet dan cahaya), serta fermentasi.
      2. Membahas berbagai macam teknik rekayasa genetika yang telah mendapatkan tempat dalam rantai produksi pangan dengan penekanan pada konsekuensi di bidang teknologi dan industri pangan. Materi yang dibahas meliputi modifikasi genetika di dalam tanaman, hewan dan mikroorganisme yang membawa konsekuensi pada tek-nologi dan industri pangan, metode deteksi baik untuk bahan mentah maupun olahan dan peraturan-peraturan yang melingkupinya.
      3. Membahas tentang peran dan teknik pengemasan pangan termasuk aspek pela-belan dan penentuan kadaluarsa. Kemasan dari proteksi hingga promosi, kaidah-kai-dah keamanan pangan dan trend kemasan.
      4. Membahas pengertian pangan fungsional, bahan fungsional dan senyawa fungsi-onal, mekanisme kerja dan manfaat bagi kesehatan berbagai komponen bioaktif yang digunakan dalam pangan fungsional; teknik formulasi pangan fungsional serta aspek legal pangan fungsional.
      5. Membahas pencernaan, penyerapan, dan metabolisme zat-zat gizi di dalam tubuh; penyakit-penyakit yang terkait dengan gizi salah; pengaruh pengolahan terha-dap nilai gizi; kebutuhan zat gizi bagi kelompok khusus (ibu hamil dan menyusui, bayi dan anak balita, lanjut usia, serta olahragawan), upaya pengembangan pangan khusus di industri pangan; nutrifikasi pangan; suplementasi pangan; evaluasi nilai gizi; serta label gizi dan klaim kesehatan.
    2. Mampu menerapkan sistem penjaminan keamanan pangan dalam seluruh rantai pangan.
      1. Membahas prinsip Good Manufacturing Practices (GMP), Good Distribution Practices (GDP), Good Retailing Practices dan Good Consumer Practices (GCP) dalam rangka meng-hasilkan produk pangan bermutu tinggi, aman dan konsisten serta mempunyai masa simpan yang cukup. Dibahas pula bagaimana higiene dan sanitasi yang benar dite-rapkan dengan menyusun suatu SSOP (Sanitation Standard Operating Procedure). Diba-has pula contoh penerapan good practices di industri pangan
      2. Membahas filosofi dan state of the art, manfaat sistem HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point); kaitan kajian risiko dan sistem manajemen mutu secara umum (TQM : total quality management) dengan sistem HACCP. Dibahas pula program pra-syarat atau pre-requisite program (PRP) dari sistem HACCP; dan pembahasan men-dalam tentang prinsip-prinsip sistem HACCP meliputi analisis dan identifikasi bahaya, penetapan CCP atau Titik-titik Kendali Kritis, penetapan batas aman/kritis, monitoring (pemantauan), tindakan koreksi, verifikasi, serta penyimpanan catatan atau dokumentasi dan crisis management. Dibahas pula contoh-contoh aplikasi sistem HACCP pada berbagai industri komoditi pangan segar dan pangan olahan serta industri jasaboga. Mahasiswa juga dilatih untuk menyusun dan mendiskusikan rencana HACCP dari suatu produk pangan spesifik.
      3. Membahas masalah keamanan pangan di Indonesia dan di dunia ditinjau dari bahaya mikrobiologi, kimia dan fisik: sifat masing-masing bahaya, sumber bahaya dalam rantai produksi pangan, metode deteksi dan analisisnya, pengaruhnya terha-dap kesehatan manusia, serta pengaruhnya dalam perdagangan dunia. Dibahas pula sistem investigasi keracunan, sistem manajemen keamanan pangan serta topik-topik khusus analisis resiko bahaya konvensional maupun emerging.
      4. Membahas analisis risiko secara umum yang meliputi kajian risiko, manajemen risiko dan komunikasi risiko. Pembahasan lebih difokuskan pada prinsip-prinsip kajian risiko mikrobiologis dan risiko kimia; termasuk pengumpulan data pada kajian risiko, review analisis data dan metode kajian risiko secara kuantitatif, contoh-contoh kasus kajian risiko keamanan yang dikembangkan di dunia.
      5. Membahas sistem keamanan pangan dari pendekatan sistem makro dan mikro serta aplikasi anlisis sistem jasa seluruh rangkaian rangkaian sistem pangan, aplikasi strategi keamanan pangan dari lapangan pertanian sampai disajikan di meja secara integratif (mencakup aspek legislasi kelembagaan dan praktek keamanan pangan dari hulu sampai ke hilir sebagai suatu “kontinuum”). Pembahasan juga ditekankan pada aspek-aspek vital keamanan pangan dari setiap unsur-unsur sub-sistem keterkaitan antar sub-sistem sampai ke umpan balik manajemen sistem keamanan pangan.
      6. Asesmen Dampak Regulasi
    3. Mampu menganalisis, merumuskan dan mengembangkan sistem manajemen mutakhir untuk memperkuat industri pangan.
      1. Membahas peranan pengembangan produk pangan, manajemen organisasi R&D, manajemen proyek R&D, pengembangan konsep produk pangan baru, manajemen pengembangan produk baru di industri pangan, mulai dari tahap protocept, prototipe hingga diperoleh produk komersial dan dapat dipasarkan. Dibahas juga pengalaman praktisi dalam pengembangan produk baru di industri pangan terkait.
      2. Memabahas konsep dan sistem mutu, sejarah dan perkembangannya, karakteris-tik mutu produk pangan, penerapan teknik perancangan, pengendalian dan perbaikan mutu, konsep dan implementasi Total Quality Management (TQM), sistem manajemen mutu ISO 9000, sistem manajemen lingkungan ISO 14000, sistem manajemen halal serta pedoman mutu, audit mutu dan biaya mutu.
      3. Membahas cara-cara memeriksa dan mengevaluasi proses, fasilitas dan pengen-dalian yang digunakan dalam satuan industri pangan, di sektor penyimpanan, dan sektor distribusi. Dibahas pula tentang food recall dan contoh kasusnya.
    4. Mampu menganalisis, merumuskan dan mengembangkan sistem manajemen keamanan pangan.
      1. Membahas prinsip Good Manufacturing Practices (GMP), Good Distribution Practices (GDP), Good Retailing Practices dan Good Consumer Practices (GCP) dalam rangka meng-hasilkan produk pangan bermutu tinggi, aman dan konsisten serta mempunyai masa simpan yang cukup. Dibahas pula bagaimana higiene dan sanitasi yang benar dite-rapkan dengan menyusun suatu SSOP (Sanitation Standard Operating Procedure). Diba-has pula contoh penerapan good practices di industri pangan
      2. Membahas filosofi dan state of the art, manfaat sistem HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point); kaitan kajian risiko dan sistem manajemen mutu secara umum (TQM : total quality management) dengan sistem HACCP. Dibahas pula program pra-syarat atau pre-requisite program (PRP) dari sistem HACCP; dan pembahasan men-dalam tentang prinsip-prinsip sistem HACCP meliputi analisis dan identifikasi bahaya, penetapan CCP atau Titik-titik Kendali Kritis, penetapan batas aman/kritis, monitoring (pemantauan), tindakan koreksi, verifikasi, serta penyimpanan catatan atau dokumentasi dan crisis management. Dibahas pula contoh-contoh aplikasi sistem HACCP pada berbagai industri komoditi pangan segar dan pangan olahan serta industri jasaboga. Mahasiswa juga dilatih untuk menyusun dan mendiskusikan rencana HACCP dari suatu produk pangan spesifik.
      3. Membahas masalah keamanan pangan di Indonesia dan di dunia ditinjau dari bahaya mikrobiologi, kimia dan fisik: sifat masing-masing bahaya, sumber bahaya dalam rantai produksi pangan, metode deteksi dan analisisnya, pengaruhnya terha-dap kesehatan manusia, serta pengaruhnya dalam perdagangan dunia. Dibahas pula sistem investigasi keracunan, sistem manajemen keamanan pangan serta topik-topik khusus analisis resiko bahaya konvensional maupun emerging
      4. Membahas analisis risiko secara umum yang meliputi kajian risiko, manajemen risiko dan komunikasi risiko. Pembahasan lebih difokuskan pada prinsip-prinsip kajian risiko mikrobiologis dan risiko kimia; termasuk pengumpulan data pada kajian risiko, review analisis data dan metode kajian risiko secara kuantitatif, contoh-contoh kasus kajian risiko keamanan yang dikembangkan di dunia.
      5. Membahas sistem keamanan pangan dari pendekatan sistem makro dan mikro serta aplikasi anlisis sistem jasa seluruh rangkaian rangkaian sistem pangan, aplikasi strategi keamanan pangan dari lapangan pertanian sampai disajikan di meja secara integratif (mencakup aspek legislasi kelembagaan dan praktek keamanan pangan dari hulu sampai ke hilir sebagai suatu “kontinuum”). Pembahasan juga ditekankan pada aspek-aspek vital keamanan pangan dari setiap unsur-unsur sub-sistem keterkaitan antar sub-sistem sampai ke umpan balik manajemen sistem keamanan pangan.
      6. Membahas cara-cara memeriksa dan mengevaluasi proses, fasilitas dan pengen-dalian yang digunakan dalam satuan industri pangan, di sektor penyimpanan, dan sektor distribusi. Dibahas pula tentang food recall dan contoh kasusnya.
      7. Membahas jenis, sumber, sifat dan toksisitas kontaminan pangan dan toksikan yang terdapat secara alamiah dalam pangan, metabolisme dan mekanisme toksisitas, dosis dan kondisi yang mengakibatkan toksisitas akut dan kronis, dampak reaksi toksisitas akut dan kronis terhadap kesehatan, metoda analisis kimia, in vivo, in vitro, dan metoda untuk menurunkan/menghilangkan resiko, menetukan ADI dan TWI.
      8. Membahas masalah keamanan pangan di Indonesia maupun di dunia ditinjau dari segi mikrobiologi. Secara khusus akan dibahas berbagai patogen asal pangan, faktor virulensi, survival, cara pengendalian dan penghilangannya dalam bahan pangan, penyakit yang disebabkannya, penyebaran dan cara deteksinya dalam bahan pangan serta studi epidemiologi kasus keracunan. Dibahas pula metode mutakhir deteksi patogen dalam bahan pangan.
      9. Asesmen Dampak Regulasi
    5. Mampu merumuskan pengembangan sistem/kebijakan dalam industri pangan untuk penyesuaian dan atau antisipasi perkembangan legislasi, peraturan dan atau standar pangan nasional maupun internasional.
      1. Membahas tentang peran perundangan dan regulasi dalam pengaturan kea-manan pangan baik pada tingkat nasional, regional maupun internasional, proses penetapan maupun penerapan suatu regulasi pangan, lembaga-lembaga pelaksana maupun penetap kebijakan yang terkait, serta contoh-contoh kasus-kasus dispute yang mungkin terjadi dan cara penanganannya.
      2. Asesmen Dampak Regulasi
    6. Mampu menganalisis dan merumuskan strategi pengendalian, dan penjaminan mutu serta pengembangan produk pangan berdasarkan prinsip-prinsip teknologi dan keamanan pangan.
      1. Membahas peranan pengembangan produk pangan, manajemen organisasi R&D, manajemen proyek R&D, pengembangan konsep produk pangan baru, manajemen pengembangan produk baru di industri pangan, mulai dari tahap protocept, prototipe hingga diperoleh produk komersial dan dapat dipasarkan. Dibahas juga pengalaman praktisi dalam pengembangan produk baru di industri pangan terkait.
      2. Memabahas konsep dan sistem mutu, sejarah dan perkembangannya, karakteris-tik mutu produk pangan, penerapan teknik perancangan, pengendalian dan perbaikan mutu, konsep dan implementasi Total Quality Management (TQM), sistem manajemen mutu ISO 9000, sistem manajemen lingkungan ISO 14000, sistem manajemen halal serta pedoman mutu, audit mutu dan biaya mutu.
      3. Membahas pengertian pangan fungsional, bahan fungsional dan senyawa fungsi-onal, mekanisme kerja dan manfaat bagi kesehatan berbagai komponen bioaktif yang digunakan dalam pangan fungsional; teknik formulasi pangan fungsional serta aspek legal pangan fungsional.
      4. Membahas pencernaan, penyerapan, dan metabolisme zat-zat gizi di dalam tubuh; penyakit-penyakit yang terkait dengan gizi salah; pengaruh pengolahan terha-dap nilai gizi; kebutuhan zat gizi bagi kelompok khusus (ibu hamil dan menyusui, bayi dan anak balita, lanjut usia, serta olahragawan), upaya pengembangan pangan khusus di industri pangan; nutrifikasi pangan; suplementasi pangan; evaluasi nilai gizi; serta label gizi dan klaim kesehatan.
      5. Membahas sistem keamanan pangan dari pendekatan sistem makro dan mikro serta aplikasi anlisis sistem jasa seluruh rangkaian rangkaian sistem pangan, aplikasi strategi keamanan pangan dari lapangan pertanian sampai disajikan di meja secara integratif (mencakup aspek legislasi kelembagaan dan praktek keamanan pangan dari hulu sampai ke hilir sebagai suatu “kontinuum”). Pembahasan juga ditekankan pada aspek-aspek vital keamanan pangan dari setiap unsur-unsur sub-sistem keterkaitan antar sub-sistem sampai ke umpan balik manajemen sistem keamanan pangan.
      6. Membahas cara-cara memeriksa dan mengevaluasi proses, fasilitas dan pengen-dalian yang digunakan dalam satuan industri pangan, di sektor penyimpanan, dan sektor distribusi. Dibahas pula tentang food recall dan contoh kasusnya.
    7. Mampu megidentifikasi dan menganalisis perkembangan mutakhir industri pangan dan mampu mengembangkan strategi dalam kerangka pengem-bangan industri pangan.
      1. Membahas tentang peran perundangan dan regulasi dalam pengaturan kea-manan pangan baik pada tingkat nasional, regional maupun internasional, proses penetapan maupun penerapan suatu regulasi pangan, lembaga-lembaga pelaksana maupun penetap kebijakan yang terkait, serta contoh-contoh kasus-kasus dispute yang mungkin terjadi dan cara penanganannya.
      2. Membahas perkembangan-perkembangan mutakhir dalam teknologi Pangan dan dampaknya pada industri pangan, yang meliputi perkembangan teknik proses peng-olahan dan pengawetan panga, serta isu-isu mutakhir lain di bidang ilmu dan teknologi pangan yang relevan.
      3. Penyampaian usulan tugas akhir dalam rangka penyelesaian tugas di hadapan mahasiswa lain untuk memperoleh bahan masukan dan pengayaan terhadap ran-cangan tugas akhir yang disusun.
      4. Penyampaian secara oral tugas akhir oleh mahasiswa di hadapan mahasiswa lain yang mencakup latar belakang, metodologi, hasil dan pembahasan, kesimpulan dan rekomendasi.
      5. Penelitian berbasis sumber daya lokal dalam rangka mengembangkan penerapan dan daya inovasi IPTEK dalam bidang kimia/mikrobiologi/biokimia/rekayasa proses pangan.

  3. Mampu mengelola riset dan pengembangan yang bermanfaat bagi masyarakat dan keilmuan, serta mampu mendapat pengakuan nasional maupun internasional
    Learning Outcome :
    1. Mampu merencanakan dan mengelola sumber daya untuk melakukan pelaksanaan dan mengevaluasi program yang berada di bawah tanggung jawabnya dengan memanfaatkan pengetahuan di bidang teknologi pangan atau keamanan pangan.
      1. Membahas peranan pengembangan produk pangan, manajemen organisasi R&D, manajemen proyek R&D, pengembangan konsep produk pangan baru, manajemen pengembangan produk baru di industri pangan, mulai dari tahap protocept, prototipe hingga diperoleh produk komersial dan dapat dipasarkan. Dibahas juga pengalaman praktisi dalam pengembangan produk baru di industri pangan terkait.
      2. Memabahas konsep dan sistem mutu, sejarah dan perkembangannya, karakteris-tik mutu produk pangan, penerapan teknik perancangan, pengendalian dan perbaikan mutu, konsep dan implementasi Total Quality Management (TQM), sistem manajemen mutu ISO 9000, sistem manajemen lingkungan ISO 14000, sistem manajemen halal serta pedoman mutu, audit mutu dan biaya mutu.
      3. Penelitian berbasis sumber daya lokal dalam rangka mengembangkan penerapan dan daya inovasi IPTEK dalam bidang kimia/mikrobiologi/biokimia/rekayasa proses pangan.
    2. Mampu merencanakan dan mengelola sumber daya untuk melakukan riset dan pengembangan untuk menghasilkan produk pangan yang aman, bermutu, bergizi, dan menyehatkan
      1. Membahas tentang penulisan karya ilmiah menurut kaidah-kaidah penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar (terutama terkait dengan penyusunan proposal penelitian, penulisan makalah ilmiah dan tesis), masalah plagiarisme dan etika ilmiah dalam penulisan ilmiah, cara penyampaian dan penyajian ilmiah (cara pembuatan slide, transparansi, poster yang baik dan penggunaan komputer untuk presentasi oral).
      2. Membahas peranan pengembangan produk pangan, manajemen organisasi R&D, manajemen proyek R&D, pengembangan konsep produk pangan baru, manajemen pengembangan produk baru di industri pangan, mulai dari tahap protocept, prototipe hingga diperoleh produk komersial dan dapat dipasarkan. Dibahas juga pengalaman praktisi dalam pengembangan produk baru di industri pangan terkait
      3. Memberikan pemahaman tentang konsep dan sistem mutu, sejarah dan perkem-bangannya, karakteristik mutu produk pangan, penerapan teknik perancangan, pengendalian dan perbaikan mutu, konsep dan implementasi Total Quality Manage-ment (TQM), sistem manajemen mutu ISO 9000, sistem manajemen lingkungan ISO 14000, sistim manajemen halal serta pedoman mutu, audit mutu dan biaya mutu
      4. Proposal penelitian yang telah disetujui oleh Komisi Pembimbing dipresentasikan oleh mahasiswa melalui kolokium. Kolokium memfasilitasi mahasiswa untuk berbagi pemikiran dalam mengembangkan rancangan dan metode penelitian. Kolokium diasuh oleh seorang dosen atau lebih secara bergiliran. un.
      5. Penyampaian usulan tugas akhir dalam rangka penyelesaian tugas di hadapan mahasiswa lain untuk memperoleh bahan masukan dan pengayaan terhadap ran-cangan tugas akhir yang disusun.
      6. Penelitian berbasis sumber daya lokal dalam rangka mengembangkan penerapan dan daya inovasi IPTEK dalam bidang kimia/mikrobiologi/biokimia/rekayasa proses pangan.
    3. Mampu melakukan diseminasi, komunikasi dan meyakinkan komunitas pangan untuk menerapkan atau mengadopsi hasil risetnya secara profesional/nasional/internasional
      1. Membahas tentang penulisan karya ilmiah menurut kaidah-kaidah penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar (terutama terkait dengan penyusunan proposal penelitian, penulisan makalah ilmiah dan tesis), masalah plagiarisme dan etika ilmiah dalam penulisan ilmiah, cara penyampaian dan penyajian ilmiah (cara pembuatan slide, transparansi, poster yang baik dan penggunaan komputer untuk presentasi oral).
      2. Membahas peranan pengembangan produk pangan, manajemen organisasi R&D, manajemen proyek R&D, pengembangan konsep produk pangan baru, manajemen teknologi proses (prototipe hingga produk jadi) produk baru di industri pangan hingga rancangan pemasaran dan pengaruh lingkungannya. Dibahas juga penga-laman praktisi dalam pengembangan produk baru di industri pangan terkait
      3. Mata kuliah ini berbobot 3 SKS dan merupakan mata kuliah yang terbuka bagi seluruh mahasiswa pascasarjana baik program magister maupun doktor. Pelajaran Bahasa Inggris diberikan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa SPs dalam memperdalam ilmu, khususnya untuk meningkatkan kemampuan membaca materi akademik, menulis, membuat ringkasan hasil penelitian dan menyusun kalimat dalam Bahasa Inggris, baik secara pasif maupun secara aktif.
      4. Proposal penelitian yang telah disetujui oleh Komisi Pembimbing dipresentasikan oleh mahasiswa melalui kolokium. Kolokium memfasilitasi mahasiswa untuk berbagi pemikiran dalam mengembangkan rancangan dan metode penelitian. Kolokium diasuh oleh seorang dosen atau lebih secara bergiliran.
      5. Penelitian berbasis sumber daya lokal dalam rangka mengembangkan penerapan dan daya inovasi IPTEK dalam bidang kimia/mikrobiologi/biokimia/rekayasa proses pangan.
    4. Mampu membangun komitmen dan integritas profesional berlandaskan nilai-nilai etika
      1. Membahas konsep dasar dan prinsip-prinsip tentang etika (khususnya yang terkait dengan praktek bisnis di industri, pentingnya etika dalam bisnis, standar moral, etika dalam pengambilan keputusan yang bermoral, dan etika dalam praktek, masalah etika yang sering dihadapi oleh pelaku bisnis), pengertian profesionalisme dalam bidang teknologi pangan, kode etik profesi teknologi pangan, dan kontrak sosial dengan masyarakat.
      2. Penyampaian secara oral tugas akhir oleh mahasiswa di hadapan mahasiswa lain yang mencakup latar belakang, metodologi, hasil dan pembahasan, kesimpulan dan rekomendasi.


Kurikulum